PRODUKSI 1: PENTAS 2 KOTA MONOLOG YA, ROB

Ketika dunia memilih memalingkan wajah dari Sriwulan, Bedono, dan Timbulsloko—di sanalah Eyang Semar turun dari kelirnya.

Ia datang bukan dengan kesaktian, melainkan dengan tubuh renta dan sukma yang tak lekang digilas zaman. Dipijaknya tanah yang kian kehilangan ingatan, direngkuhnya mereka yang hidup di tubir air kecemasan.

Di pesisir yang perlahan luruh, yang paling dibutuhkan bukanlah dewa yang perkasa, melainkan seseorang yang bersedia tinggal, mendengar, dan memeluk luka.

Namun, Eyang Semar sendiri diselimuti nestapa.
Jika sang pengayom telah kehabisan tempat untuk berteduh, kepada siapa lagi kita berkeluh?

Atau, Jangan-jangan kita sendiri yang membiarkannya?

SEGERA!!!
“YA, ROB”
Oleh: Simpul Teater

Scroll to Top